DEFINISI PERANAN TAMAN DAN FUNGSINYA

Posted on

Taman yakni tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur-unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Peranan dan fungsi taman dalam arsitektur lanskap antara lain:

1. Taman sebagai bentuk ekosistem mini.

Yaitu tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup, dalam hal ini berupa lingkungan alam, lingkungan buatan dan lingkungan sosial yang saling mempengaruhi.

2. Taman sebagai tatanan lingkungan.

Lingkungan hidup yakni kesatuan ruang dengan segala benda, daya, situasi atau bentuk. Pembangunan berwawasan lingkungan memiliki perencanaan dalam memakai, memanfaatkan, maupun mengelola sumber daya secara arif dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup, termasuk kesejahteraan manusia.

3. Taman sebagai komponen tatanan lingkungan.

Berupa sembilan fungsi taman sebagai tatanan lingkungan, diantaranya fungsi estetis (keindahan atau keindahan), fungsi hidrologis (tata air), fungsi klimatologis (iklim, cuaca, suhu dan tata udara), fungsi edaphis (lingkungan hidup satwa atau keanekaragaman binatang/binatang), fungsi ekologis (persebaran lingkungan maupun saling ketergantungan antar makhluk hidup), fungsi terlalu melindungi (unsur kenyamanan berupa angin, sinar dan kelembaban), fungsi produktif (hasil atau produksi), fungsi edukatif (bernuansa pendidikan, pengetahuan, pemahaman dan ilmu) serta fungsi higienis (terjamin). Baca juga tentang Perusahaan Taman Lanskap topseo.

Taman sebagai komponen dari tatanan lingkungan bisa memberikan kesan berupa perpaduan antara soft material dengan hard material yang memberikan skor keindahan yang baik. Selain itu, terdapat hubungan saling ketergantungan, semisal dalam rantai makanan antara tikus, ular, elang dengan kuman pengurai dan pengerjaan penyerbukan pada bunga.

4. Taman sebagai sarana koleksi flora dan fauna di wilayah perkotaan.

Flora dan fauna nasional dan maskot tempat yakni komponen dari kekayaan keanekaragaman hayati makhluk hidup. Banyak tumbuhan liar (gulma/tanaman penggangu) memiliki skor keindahan yang bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias di lingkungan perkotaan.

ELEMEN-ELEMEN PADA TAMAN
Unsur pada taman terdiri dari dua komponen, yakni soft material dengan hard material.
1. Soft material, yakni unsur yang dominan, terdiri dari:

a. Pohon
b. Perdu
c. Semak
d. Penutup tanah (mulsa)
e. Rumput.

Soft material berfungsi sebagai:

a. Pelindung atau naungan
b. Permasalahan/dilema kebisingan/proteksi bising atau suara yang mengganggu
c. Pengarah (memberi tuntunan ke suatu tempat atau tujuan)
d. Pembatas (mengontrol suatu lahan atau areal tertentu)
e. Pemecah angin (pohon, semak dan perdu)
f. Penghambat pandang
g. Proteksi kepada bau (memakai pengharum untuk menghilangkan bau yang tidak enak atau menyengat).

2. Hard material, yakni unsur kecuali vegetasi (kecuali dari persebaran dan keanekaragaman tumbuhan atau tanaman), yang dimaksud disini yakni benda-benda yang dirancang membentuk sebuah taman, terdiri dari:

a. Bangunan
b. Gazebo (rumah taman)
c. Duduk atau tempat duduk taman.
d. Kolam ikan
e. Pagar taman
f. Pergola (perambat tanaman)
g. Fasilitas tempat sampah
h. Air mancur taman
i. Lampu taman
Hard material berfungsi sebagai:
a. Penambah suasana untuk meningkatkan skor-skor keindahan atau keindahan
b. Dapat membangkitkan jiwa seni seseorang
c. Sebagai tempat untuk meningkatkan rasa kenyamanan, keamanan dan kenikmatan
d. Menambah pengetahuan
e. Sebagai tempat bertamasya, rekreasi atau obyek wisata.

ASAL MULA (SEJARAH) KONSEP TAMAN

Asal mula terbentuknya konsep taman (bahasa Inggrisnya: Garden) berasal dari bahasa Ibrani. Gan, berarti melindungi atau mempertahankan. Oden, berarti kesenangan, kenikmatan atau kegembiraan. Berdasarkan pengertiannya, Garden yakni sebidang tanah atau lahan berpagar atau pertahanan yang dipakai untuk kesenangan dan kegembiraan. Taman memiliki skor simbolis, yakni hubungan timbal balik antara manusia dan alam (lingkungannya) serta sebagai karya seni.

Hubungan antara manusia dan alam terbentuklah simpiose mutualistik, maksudnya yakni alam diolah manusia dengan pelbagai kepentingan pantas keperluan-keperluan seperti pertanian, perkebunan, penghutanan, pemukiman, agrowisata dan lain-lain. Lihat juga tentang Jasa Pembuatan Taman Arsitektur Lanskap.

Salah satu keperluan manusia yakni mengolah lingkungan pemukiman supaya lebih asri, teduh/teduh, indah, teratur, nyaman, bersih dan sehat dalam memberesi suatu taman (lingkungan hidup). Lanskap dan sikap atau pandangan hidup manusia yang berbeda pada suatu tempat, areal, wilayah atau tempat akan menghasilkan rancangan taman yang berbeda. Hal tersebut terdiri dari dua kriteria, yakni:

1. Western Part, yakni taman geometric dan formal yang dicirikan oleh pagar atau tembok, saluran irigasi atau kanal dan penanaman berbaris teratur.

Misalnya: Taman Mesopotamia, Taman Mesir dan Taman Eropa.

2. Eastern Part, yakni taman berbentuk alami yang memiliki unsur-unsur pembentuk taman yakni air, batu dan bukit. Kesederhanaan dan keharmonisan alami yakni inti dari Taoism yang dipakai dan dipakai di dalam rancangan taman.
Misalnya: Taman Cina dan Taman Jepang.

KONSEP HUBUNGAN MANUSIA DAN ALAM TENTANG TAMAN

Ada dua konsep hubungan antara manusia dan alam mengenai taman, yakni:
1. Konsep Barat.
Berakar dari mitos Taman Firdaus sudah membawa manusia pada pandangan “Hidup Manusia yakni Untuk Menguasai Alam”. Manusia memiliki wewenang serta kekuasaan kepada alam dan berhak bertindak apa saja kepada alam.

2. Konsep Timur.
Manusia hidup bersama dan bersatu dengan alam secara langsung.